Site Search

Banner


Bertahan Hidup di Alam Bebas

"SURVIVAL”



Tenda/Shelter

Tenda/Shelter amat penting dalam perjalanan di alam bebas. Dengan Tenda yang baik, orang dapat bertahan hidup cukup lama. Foto di atas menunjukkan bahwa tenda yang baik dapat bertahan terhadap gempuran badai salju (White storm) selama 18 jam di medan ganas Mt.Aconcagua (6962 M), Argentina- Amerika Selatan, kecepatan angin 80km/jam dan temperatur malam hari - 20 C.

 


Akan lebih baik kalau makanan cukup, ada kompor gas kecil dan kantong tidur(sleeping bag). Hal ini menunjukkan perlengkapan amat penting bila akan bertualang di alam bebas.

 

Tersesat dan mengalami cuaca buruk adalah 2 (dua) hal yang harus selalu di antisipasi oleh orang yang mempunyai hobby berpetualang di alam bebas, seperti : mendaki gunung, menjelajah rimba, rally dengan mobil/motor, berlayar, menyusur sungai (rafting), melintasi gurun pasir, dan semua olah raga lain di alam bebas.

Setiap petualang sejati harus siap menghadapi kondisi kritis tersebut setiap saat dan mampu bertahan hidup serta kembali ke rumah dengan selamat. Tidak banyak yang mampu bertahan dan lolos dari kondisi darurat tersebut (survive).

Biasanya orang yang mampu bertahan dan selamat (survive) adalah orang yang mempunyai kesiapan mental, fisik prima, pengetahuan bertahan hidup di alam bebas dan mempersiapkan peralatan sederhana untuk bertahan hidup (Survival Kit).

Bila suatu saat kita menghadapi kondisi darurat tersebut, misalnya tersesat dan tidak tahu berada dimana serta mengalami cuaca sangat buruk, ada pedoman dasar yang selalu harus diingat yang dikenal dengan ??Prinsip angka 3?, yaitu :

  • 3 detik : Persiapan Mental.
    • Mental positif, dalam 3 detik pertama, secara cepat kita harus bersikap/mempunyai mental yang positif, tenang, berpikir jernih dan yakin dapat meloloskan diri dengan selamat.
    • Menenangkan diri.
  • 3 menit : Mengatur Pernafasan.
    • Bernafas dengan tenang dan teratur sambil mengamati keadaan sekitar dan mengambil kesimpulan dengan cepat.
  • 3 jam : Panas Badan.
    • Menghangatkan badan

Kita harus menghangatkan badan, karena kehilangan panas tubuh (Hypothermia) akan sangat berbahaya dan sering mengakibatkan kematian.

  • Membangun tempat berlindung darurat (shelter), kalau ada tenda akan sangat menolong. Mengganti pakaian basah dengan pakaian kering.
  • 3 hari : Cairan Tubuh.
    • Minum harus cukup untuk mengganti semua cairan yang keluar dari tubuh lewat saluran kencing, keringat dan pernafasan.

Istirahat dan tidur cukup, karena tenaga yang telah keluar harus dipulihkan untuk usaha-usaha penyelamatan.

  • 3 bulan : Bahan Makanan.
    • Makanan diusahakan cukup dari alam sekitar dan sisa-sisa bahan makanan yang dibawa. Peranan Survival Kit sangat besar untuk bertahan hidup. Makanan, kehangatan (api) dan shelter sangat penting dalam tahap ini untuk membangun semangat dan daya juang.

Punggungan gunung

Prinsip dasar bila tersesat, harus selalu berada di punggungan gunung, karena akan mudah mencari jalan pulang, mudah terlihat dan mudah mencari arah.Karena itu posisi kita harus selalu berada di atas punggungan gunung, tidak di lembah atau menyusur sungai di lembah yang amat sulit di lalui.

Kita hanya turun ke lembah untuk mencari air atau berburu makanan, setelah itu kembali bertahan di punggungan gunung.

Setelah memahami ?Prinsip angka 3? diatas, agar kita benar-benar mampu lolos dengan selamat dari keadaan darurat, kita juga harus memahami beberapa pengetahuan dan perlengkapan tingkat lanjutan seperti :

1. Api dan cahaya
Harus mampu menyalakan api baik dalam kondisi darurat maupun hujan serta kondisi kayu basah. Ini yang sulit, tidak semua orang mampu menyalakan api. Api amat penting bagi kehidupan selanjutnya, berguna untuk memasak, menghangatkan badan, sebagai tanda kehidupan.

2. Membuat tanda/pesan
Agar mudah diketemukan posisi kita sewaktu bertahan di alam bebas, kita harus secara periodik mampu mengirimkan tanda/pesan bahwa kita masih hidup beserta posisinya agar mudah diketemukan atau untuk mengirim bantuan. Misal : Membuat asap, pasang bendera/kain dipuncak pohon, lampu sonar/suar, peluit, teriakan, dll.

3. Ilmu medan
Harus mampu menguasai ilmu medan, penggunaan peta & kompas. Tentu saja dalam perjalanan tersebut harus membawa peta dan kompas. Kebanyakan orang yang tersesat selamat karena kemampuannya membaca peta dan bantuan kompas.

4. Air dan persediaan makanan
Air relatif mudah didapat sedangkan makanan harus dicari dialam, berupa tumbuhan maupun menangkap binatang hutan atau menangkap ikan. Makanan adalah sumber utama untuk bertahan hidup dalam kondisi darurat ini.

5. Tempat berlindung
Paling nyaman kalau membawa tenda, atau paling tidak mampu mendirikan tempat berlindung (shelter) untuk beristirahat di malam hari.

6. Obat-obatan
Bekal obat-obatan dan peralatan PPPK harus memadai. Akan sangat berguna kalau ada yang terluka dan mengalami pendarahan serius.

7. Pisau
Pisau sangat penting untuk bertahan hidup dan sangat berguna di banyak hal. Pemilihan pisau yang tepat sangat penting.

8. Lain-lain
Perlengkapan lain penunjang untuk hidup di alam bebas disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik masing-masing individu.

Gua/Ceruk

Bila tidak membawa tenda dan sulit mendirikan shelter, tempat yang paling cocok untuk bermalam/istirahat adalah gua di tebing atau ceruk di bukit.Tempat ini akan nyaman untuk di tinggali sementara karena terlindung dari angin dan hujan. Gua/ceruk agar diperiksa karena biasa nya merupakan tempat tinggal binatang buas atau serangga beracun, kadang2 ular.

Pemeriksaan teliti harus dilakukan demi keamanan kita sebelum bermalam.

Biasa nya di sekitar gua tumbuh tanaman yang dapat di makan atau tumbuhan penampung air sejenis kaktus, umbi, pakis atau talas yang dapat di pakai sebagai cadangan makanan darurat.

Selama tersesat dan cuaca buruk, harus bertahan dan mengupayakan menemukan arah yang benar ke pemukiman terdekat. Minimal berusaha untuk mudah ditemukan oleh tim SAR atau tim Pendaki lainnya dengan memberikan tanda-tanda.

Orang yang menguasai teknik hidup di alam bebas hampir dipastikan akan selamat. Tentu saja mental positif, kesehatan prima, pengetahuan dan pengalaman juga merupakan faktor penentu untuk kembali ke kehidupan normal.

Jangan lupa bawa peta dan kompas, yang terakhir selalu berdoa kepada Tuhan agar selamat.

Salam Rimba,
Budi Hartono Purnomo (BHP)

Comments  

 
+1 #2 patahullah 2011-03-01 11:00
bacako baik2
Quote
 
 
0 #1 andoko 2010-06-20 12:51
tremakasih atas saran yang telah d luncurkan.....
semoga berguna bagi teman2 yang telah melakukan petualangan...
Quote
 

Add comment


Security code
Refresh