Site Search

Banner


Bersafari ke Gunung Leuser, Surga Tropis di Tanah Rencong (1)

Article Index
Bersafari ke Gunung Leuser, Surga Tropis di Tanah Rencong (1)
Bersafari ke Gunung Leuser, Surga Tropis di Tanah Rencong (2)
Bersafari ke Gunung Leuser, Surga Tropis di Tanah Rencong (3)
Bersafari ke Gunung Leuser, Surga Tropis di Tanah Rencong (4)
Bersafari ke Gunung Leuser, Surga Tropis di Tanah Rencong (5-tamat)
All Pages

Leuser 2009


sebuah LAPORAN PERJALANAN
ANDY HERMAWAN
GEORGE SURJOPURNOMO (90347ADB)


Pendaki mana yang tidak kesengsem dengan keindahan Gunung Leuser ?? hutan tropis yang sangat kaya flora dan fauna serta diakui sebagai salah satu paru-paru dunia. Terletak di Taman Nasional Gunung Leuser, Kabupaten Gayo Luwes, Propinsi Nangroe Aceh Darussalam (NAD), merupakan kekayaan alam nusantara yang harus dilestarikan dan diperkenalkan bagi khayalak umum, dan pencinta alam khususnya.


Beruntung ada kesempatan yang memungkinkan, maka Andy Hermawan dan George Surjopurnomo (M90347ADB) bermaksud mendakinya melalui jalur Kedah. Direncanakan berlangsung selama 14 hari dengan menyertakan seorang pemandu dan dua porter, mulai dari tanggal 19 Juli ?? 1 Agustus 2009. Pendakian menggunakan siege tactic, dimana semua perlengkapan dan logistik diangkut sesuai pergerakan menuju puncak, dan perbekalan ??ditimbun? di beberapa lokasi untuk meringankan beban perjalanan.

Ucapan terima kasih setulusnya untuk guide kami NASIR dan porter TOPAN Julpan dan MAISAR yang menyertai dan mendukung penuh perjalanan ini. Terima kasih sudah berbagi banyak khasanah budaya Aceh khususnya Gayo Luwes dan gelang rotan yang dirajut Maisar. Kepada Mr. Jali yang sudah mempersiapkan guide-porter, mengurus perijinan dan menyambut kami di kediamannya. Santoso dan Sandy yang rela bersusah payah mengantar kami ke Kedah dan menjemput kembali ke Medan. Juga keluarga, MAHITALA UNPAR dan teman-teman yang selalu memberikan semangat, dukungan moril dan khususnya doa.

Berikut ini adalah laporan singkat perjalanan lengkap dengan dokumentasi, jalur pendakian, titik koordinat (GPS waypoint) dan catatan lainnya. Semoga dapat bermanfaat mengingat minimnya data atau publikasi mengenai pendakian ke Gunung Leuser, sehingga dapat bermanfaat bagi siapapun yang hendak mengenalnya.


17.07.09 Meninggalkan Jakarta menuju Medan dengan menggunakan Lion Air last flight (9 - 11.20pm). Tiba di Medan dijemput dan menuju kediaman Santoso untuk packing ulang dan beristirahat.

18.07.09 Berangkat subuh dengan kendaraan sewaan ?? bukan umum (BTN atau Karisma) mengingat dua backpack 95+110 lt. berisi perlengkapan pribadi dan Tim, serta sebuah backpact 80 lt . berisi logistik. Rute perjalanan dari Medan menuju Kedah (kaki G. Leuser), melalui Kabanjahe (Sumut), kemudian mengarah ke Utara melintasi perbatasan Sumatera Utara (Sumut) ?? NAD menuju Kutacane.

Sayang jalan antar propinsi tersebut rusak berat, perbaikan jalan dan jembatan dimana2 tiada yang tuntas, harus ditempuh sekitar 9 - 10 jam sampai di Blankejeren. Ibukota Kabupaten Gayo Luwes (hasil pemekaran DATI-II NAD) ini sangat maju, namun sayang penerangan masih mengandalkan PLTD, jalan bagus dan ekspansi sampai ke desa-desa dan bisa mencapai Kedah dalam sejam. Dari Blankejeren (NAD) lalu belok ke kiri melewati Kutapanjang (kota kecil), desa Palosan dan kira-kira satu jam kemudian tiba di rumah Mr. Jali (Rajali Jamali) - 1,242dpl, guide perintis Leuser sejak 1980-an.

Disambut ramah Mr. Jali yang saat itu rumahnya dijadikan base camp kontraktor jalan raya, kami langsung membahas rencana perjalanan sebelum beristirahat untuk pendakian esok hari.



Sinebuk Green ?? mulai dibangun kembali perlahan-lahan setelah habis dibakar saat konflik, [ki-ka] Maisar, Topan, Nasir, Santoso, Mr. Jali, Andy. [Insert] Mr. JALI a.k.a. Rajali Jemali, meneruskan leluhur dengan mempopulerkan pendakian Loser sejak tahun 80-an.

19.07.09 Di Pagi hari kami berkenalan dengan guide Nasir, porter Topan dan Maisyar yang ternyata masih belanja logistik dan perlengkapan mereka. Mereka relatif masih muda, terutama Maisyar yang baru setahun tamat SMA. 12AM, cuaca sangat cerah, matahari persis di atas kepala, Tim meninggalkan Kedah menuju arah Barat Daya ke Sinebruk Green - 1,370dpl (bungalow rumah panggung milik Mr. Jali) melewati Wisma Pemda (yang sayang tidak terurus ?? padahal ada pemandian alamnya). Sempat makan siang di Sinebruk sambil menunggu Nasir dkk repacking dan berpisah dengan Santoso yang langsung kembali ke proyek di Medan.

2PM memulai trekking, masuk hutan lebat yang terjal dan sampai di Tobacco Hut (1,667dpl) 4.30pm ?? bekas perkebunan yang tidak terawat lagi. Dari sini tampak Kedah hingga Blangkejeren membentang luas di bawah sana. Kira-kira 10 menit kemudian sampailah di batas hutan. Mulai pendakian terjal kemiringan 70 - 80derajat, sekitar satu jam sampai di pertigaan, arah ke kanan untuk mengambil air. Sangatlah meguras tenaga di hari pertama dengan beban luar biasa berat, akhirnya tiba di Simpang Angkasan (2,207dpl) 8.20pm.

Camp site cukup besar dan lapang walau ada di tengah hutan. Disana sudah berada ekspedisi K0-19 Pencinta Alam Fakultas Teknik Universitas Hasanudin, Makasar yang berangkat pagi hari.



[Atas] Pemandangan jalur pendakian menuju Tobacco Hut (1). [Tengah] Keluarga Penghuni Tobacco Hut. [Bawah] Dari batas hutan (2) pendakian sangat terjal menuju Simpang Angkasan. Tampak Puncak palsu di kejauhan, bergaris dua putih (tebing longsor) (3) dimana Puncak Angkasan sendiri berada di belakangnya





Comments  

 
0 #3 bento 09 2011-10-20 01:21
kalo bza fotonya bang yang anak teknik di puncak loser... ekspedisi ewako 7 mapala 09 fakultas teknik unhas.. zalam rimba n zalam kenal...
Quote
 
 
0 #2 Igon 2011-03-03 13:23
Ooo....Bang..Kl g salah ini pendakianx 2009 ya ???biz Q baca kl terxta abang ktmu ma Nak Pecinta Alam Fakultas teknik UNHAS (Mapala 09)...Trz bukan ekspedisi KO-19,Tp EWAKO 6
Quote
 
 
0 #1 Budi Hartono Purnomo 2010-04-06 00:09
Hi Bung George...,

Huebat je, keren abiez foto-foto nya, bisa di kirim lagi koleksi foto2 nya untuk diposting di Gallery ? Trekking Map nya lengkap, ada waypoint list nya, ini yang jarang ada pada Laporan Perjalanan karena data nya langka, tapi George berhasil memperoleh datanya dengan lengkap. Kami pembaca : www.BHP-adventures.com sangat beruntung memperoleh sharing dari pengalaman George&Andy dgn team nya,yang selama 14 hari merambah hutan&gunung di seputar Taman Nasional Gunung Leuser.


Salam Rimba

Budi Hartono Purnomo
Quote
 

Add comment


Security code
Refresh